Jurnalismu
Beranda Kesehatan Ini Dia Faktor-Faktor Penentu Premi Asuransi

Ini Dia Faktor-Faktor Penentu Premi Asuransi

source: qoala.app

Kamu ingin daftar asuransi kesehatan tapi bingung dengan faktor penentu premi asuransi kesehatan? Tentunya, premi tidak serta-merta muncul, tetapi ada pertimbangan-pertimbangan di baliknya hingga nominal premi diterima oleh klien. Jika kamu penasaran apa saja faktor penentu premi, ini dia jawabannya!

Ruang Lingkup Manfaat Asuransi

Ada banyak jenis manfaat asuransi kesehatan, tergantung produk asuransi kesehatan yang dipilih.

Beberapa manfaat asuransi kesehatan, seperti santunan tunai harian rumah sakit, asuransi perawatan rawat jalan, asuransi perawatan rawat inap, asuransi kesehatan pensiun, asuransi penyakit kritis, asuransi perawatan jangka panjang, asuransi kesehatan unit link, dan asuransi perjalanan.

Semakin banyak manfaat asuransi yang didapatkan, tentu akan semakin besar pula premi yang harus dibayarkan.

Usia

Pertimbangan penentuan premi asuransi kesehatan ialah dengan melihat angka morbiditas atau frekuensi sakit dan tingkat keparahan suatu kelompok. Angka kesakitan usia balita dan usia tua mayoritas melebihi angka kesakitan rata-rata semua usia, sedangkan angka kesakitan terendah dipegang oleh usia produktif.

Semakin tua usia, kecenderungan akan mengalami suatu penyakit meningkat dan lamanya waktu sakit pun akan semakin meningkat. Hal tersebut karena usia tua mengalami penurunan fungsi dan daya tahan tubuh.

Jenis Kelamin

Pria dan wanita memiliki tingkat risiko kesakitan yang berbeda. Wanita usia remaja hingga dewasa memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan pria pada usia yang sama.

Baca Juga  3 Manfaat Menggunakan Air Purifier di Dalam Rumah

Biaya perawatan kesehatan bagi wanita lebih tinggi dibandingkan pria, sehingga premi untuk wanita juga lebih tinggi dibandingkan pada pria.

Riwayat Kesehatan

Kondisi fisik dan riwayat kesehatan saat mengajukan permohonan asuransi kesehatan merupakan indikator dasar tentang kemungkinan adanya masalah kesehatan di masa depan yang akan menjadi beban pengeluaran biaya-biaya kesehatan.

Orang yang memiliki riwayat medis cenderung memiliki risiko penyakit yang lebih tinggi, contohnya seseorang yang pernah menderita penyakit serangan jantung akan memiliki probabilitas risiko sakit serupa pada masa yang akan datang.

Pekerjaan

Setiap pekerjaan memiliki risiko dan kerentanan yang berbeda-beda. Masing-masing pekerjaan memiliki tingkat risiko morbiditi, stabilitas pekerjaan, dan lamanya pemulihan akibat kesakitan yang berbeda-beda.

Perusahaan asuransi kesehatan memiliki acuan klasifikasi pekerjaan yang dikelompokan menjadi kelas-kelas dalam menentukan suatu premi.

Pekerjaan-pekerjaan yang berbahaya seperti pekerja tambang lepas pantai tentu akan mendapatkan penawaran premi yang lebih mahal dibandingkan dengan pekerjaan yang level bahayanya jauh lebih rendah, seperti petugas administrasi.

Hobi, Kebiasaan, dan Gaya Hidup

Beberapa hobi memiliki tingkat bahaya yang tinggi, seperti menyelam, mendaki gunung, terjun payung, dan sebagainya. Hal tersebut akan mempengaruhi penentuan besaran premi asuransi kesehatan.

Gaya hidup dan kebiasaan yang tidak sehat juga meningkatkan kenaikan premi karena risiko kesakitan di masa depan akan lebih tinggi dibanding orang yang memiliki gaya hidup dan kebiasaan yang sehat.

Baca Juga  Mengenal Tanamduit, Aplikasi Menguntungkan untuk Miliki Asuransi dan Investasi

Selain melihat seleksi risiko dari individu ataupun kelompok, dalam menetapkan premi, perusahaan asuransi juga harus mempertimbangkan inflasi, peraturan pemerintah, persistensi, strategi pemasaran, dan objektivitas perusahaan (Iskandar et al., 2011).

Sehingga, premi yang dikeluarkan bisa bersaing di pasar dan mengakomodir keinginan empat kelompok yang berkepentingan (pemegang saham, para pimpinan perusahaan, karyawan perusahaan, dan pembeli asuransi).

Untungnya premi asuransi kesehatan di FWD Insurance sangat terjangkau dengan beragam manfaat yang ditawarkan! Jadi, tunggu apalagi? Langsung aja yuk, kepoin asuransi kesehatan dari FWD Insurance!

 

Sumber:

https://www.fwd.co.id/asuransi-kesehatan/fwd-asuransi-kesehatan/

Iskandar, K., Fuad, N., Wirasadi, F., & Sendra, K. (2011). Dasar-Dasar Asuransi : Jiwa, Kesehatan dan Annuitas (1st ed.). Penerbit Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia.

Bagikan:

Iklan